Bukan salahku kan kalo' punya kemampuan 'menemukanmu' dengan sangat mudah. Di antara ratusan orang dengan beragam warna pakaian yang mereka kenakan, aku masih bisa 'menangkap' mu dengan jaket kesukaaanmu yang kamu kenakan. Bukan salahku juga kan kalo' aku ternyata bisa membuat 'kebetulan-kebetulan' yang aneh itu? Tapi tenang saja, kali ini aku benar-benar berhenti menciptakan kebetulan-kebetulan itu. Aku sedang bosan.
Postingan
Menampilkan postingan dari April, 2012
Aku dan Ayah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Punya 3 anak perempuan itu menyedihkan," ujar Ayah sore itu sambil tersenyum kepadaku. Aku mengernyitkan dahi, "Memangnya kenapa Ayah?" tanyaku heran. "Kalian semua akan pergi meninggalkan rumah dan tidak lagi menjadi 'gadis kecil' Ayah. Sebentar lagi mungkin kamu juga akan begitu kan? Menyusul kakak dan adikmu," lanjut Ayah. Lalu ayah sibuk dengan koran yang sedang dibacanya. Aku diam, urung mengatakan perihal tentang kamu yang hendak melamarku bulan depan. "Aku tidak akan menikah Ayah," ucapku sambil berlalu meninggalkan ayah di teras rumah sendirian. Ayah melepaskan pandangan dari koran di hadapannya, melihatku yang masuk ke dalam rumah lalu tertawa sambil menggelengkan kepala. *** FlashFiction ke-2....Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudari, tapi tokoh Aku di sini bukan saya :)
Terlambat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku menyuguhkan kopi hangat itu lalu kembali duduk di sebelahmu. Sejenak memandangku, lalu katamu , "Kamu tidak berubah . Sama seperti rasa kopi buatanmu ini . Pahit dan manisnya selalu pas." Aku tersenyum, "Kamu juga masih tetap cantik seperti dulu," lanjutmu Senyumku semakin melebar sambil menahan tawa. "Aku serius! Entah apa yang dulu aku fikirkan saat meninggalkanmu. Sejak saat itu, satu tahun hingga sekarang, tak seharipun kulewati tanpa menyesali keputusanku dan memikirkanmu. Maaf, aku sangat menyesal. Kamu wanita terbaik yang pernah kumiliki, dan aku ingin kita kembali seperti dulu," ujarmu serius sambil menatapku lekat. Aku diam, tak lagi berani tersenyum atau sekedar membalas perkataanmu. Lalu kuberikan selembar undangan untukmu. Kamu membacanya perlahan. Ya, undangan pernikahanku dengan seorang pria yang hadir setelah kepergianmu yang menyakitkan itu. Lalu, kamu tersenyum sakit, akupun begitu. *** #Flash Fiction pertama, nggak tau nyam...
Mari berbahagia :)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Udah lama gak mosting... lagi 'ilang niat' aja... Yup, cara ampuh yg rutin selama 3 minggu ini saya lakukan tiap hari sabtu untuk menghilangkan penat, bosan atau galau skrips* adalah playing basketball! I don't know why I love this game so much! Very much! Menyakitkan dan memalukan itu adalah.... ketika tidak bisa menepati janji penting pada orang2 yg kamu cintai! Seperti kali ini, mungkin saya tidak bisa menepati janji penting pada Bapak-Ibu untuk segera lulus , as soon as possible! Sakit, ketika mendengar dan melihat ekspresi kekecewaan yg mereka sembunyikan dibalik kata2 "yah gak pa2, nyantai aja". Dan malu pada diri sendiri, malu pada ketakmampuan diri sendiri! But I'll always try my best . Saya tau do'a mereka selalu ada tanpa diminta, dan saya yakin, Allah punya rencana terbaik untuk makhlukNya :) Dan untuk kesedihan yg beberapa hari lalu yang dialami oleh seseorang yg saya cintai, saya hanya bisa bilang, " tetep semangat aja yah, mungkin be...