Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Journey

12.45 Soekarno-Hatta International Airport Waiting Room Aku sedang tidak ingin banyak bicara... sedari pagi tadi memang banyak yg mengganjal... yg sepertinya tdk ingin lepas dari fikirku... entah apa... Aku memang terlalu ceroboh, terlalu teledor... Berulang kali sudah aku cek semua barang2 yg harus ku bawa dr tadi malam... beres, tak ada yg lupa sepeserpun... Lalu ketika hendak membayar airport tax ,,, tunggu! Oh God. ... dompet ku mana? <gaya iklan mie sedap 'ayam'> Aku sepertinya meninggalkan dompet ku di toko bakpia tadi sebelum ke bandara... 20 menit lagi pintu keberangkatan akan ditutup dan perjalanan dr kontrakan-bandara memakan waktu yg hampir sama! Panik!!!! Tak serecehpun uang ada di saku jaket atau jeans ku :( Segera memikirkan solusi dan menyusun rencana,  Rencana A, Menghubungi seorg teman di kontrakan utk mengambil dompet ku di toko bakpia dan mengantarkannya ke bandara, karena adikku yg baru saja pulang mengantarku masih dalam perjalanan dan dia tdk m...

Escape From Jogja

10.25 PM Selembar kertas itu kupandangi lagi, 29 Februari 2012, 09.25 AM...Tepat 11 jam lagi dari detik ini. Ada banyak 'rasa' campur aduk yg sebenarnya ingin ku tuliskan malam ini. Penuh! Aku harap besok akan menemukan senyum baru yg lebih lepas.  Ah, rumah selalu menyimpan rasa rindu mendalam, tidak akan pernah terhitung dan habis. Meninggalkan sakit, sepi dan bosan yg berlumut selama berbulan-bulan ini. Menggantikannya dengan tawa, ramai dan bahagia mulai esok. Meninggalkan kamu, dan menemukan dia.  Seperti yang diajarkan Ibu tentang ketegaran.... Seperti yang diajarkan Bapak tentang kemandirian... Seperti yang diajarkan Ibu tentang menjadi tegas tanpa kekasaran... Seperti yang diajarkan Bapak tentang menjadi keras dengan tetap lembut di dalam hati... Seperti yg diajarkan mereka tentang menjadi sederhana tapi tetap 'kaya'... Seseorang yang selalu percaya bahwa aku bisa bahkan dengan kepercayaan diri terkecilku... yang selalu membiarkanku bermimpi sesukaku... y...

Hari esok setelah lusa

Gambar
Ini program bener2 nggak bisa diajak kerjasama -_-" udah di otak-atik kemana-mana, hasil yg keluar beda-beda semua :( minta helep Bapaaaaaaakkkk T_T *** Butuh suntikan semangat tambahan, yg nggak bakal bisa didapetin di Jogja. Meskipun sedikit nekat meninggalkan beberapa hal penting di sini, tapi saya benar2 butuh 'rumah'. Benar2 butuh 'pulang'. Saya ingin mencari 'bahan bakar' di tanah yg selama ini menguatkan saya, menumbuhkan saya hingga seperti ini. Hari itu, saya akan pulang, tanpa memberi tahu mereka. Karena mungkin saat pertama kali kembali menginjakkan kaki di tanah itu, saya akan menangis sejadi-jadinya kerena rindu yg begitu dalam. Saya ingin menikmati tangis itu sendirian. Lalu membiarkan diri sebentar untuk kembali menikmati teriknya mentari yg menyejukkan. Sudah banyak yg berubah, namun tanah itu tetap 'rumah pulang' saya.... Saya akan kembali menyusuri jalan2 yg mengajarkan banyak hal kepada saya. Saya akan kembali mengenang jalan...

Sedikit coretan tentang pilkada di tanah kelahiran

Gambar
Membaca awalan sebuah artikel dari kompasiana.com tentang pemilihan Gubernur di tanah kelahiran saya, "Jika Hasil Quick Count tidak meleset Eko Maulana Ali akan menjabat kembali sebagai Gubernur Bangka Belitung. Dengan memperoleh suara hanya 32 persen, pemerintahan daerah yang nantinya terbentuk adalah sebuah pemerintahan minoritas. Pemerintahan yang hanya merepresentasikan 32 persen rakyat Bangka Belitung, sedangkan 68 persent sisanya tidaklah direpresentasikan oleh pemerintahan yang nantinya akan dibentuk. Mayoritas rakyat Babel sebenarnya ingin perubahan." ........ "30 persent Rakyat Babel lebih senang seorang gubernur yang memberi izin kapal isap dan dalam lima tahun pemerintahannya gagal mewujudkan janjinya untuk memperbaiki listrik yang sering padam di Bangka Belitung. Walau cuma 30 persent yang ingin pemerintahan EKO terus, tetapi ada 70 persent yang harus merelakan mimpinya melihat babel dipimpin pemimpin yang baru gigit jari " *** Ah, saya tidak me...

tentang dia

Gambar
dia yg akan pertama kali kau lihat senyumnya ketika kau bangun dari tidur malammu.... lalu dia juga yg akan menghidangkan secangkir teh hangat kesukaanmu dan mengoleskan selai cokelat-kacang  ke roti untuk sarapanmu.... dia yg akan melepasmu dengan senyum termanisnya di depan pintu saat kau akan pergi kemanapun... dia yg akan mengingatkanmu untuk tidak lupa makan siang disela2 kesibukanmu yg padat luar biasa itu... dia yg akan dengan setia, selalu menanti kepulanganmu sambil merawat dan menyiram mawar2 putihnya yg sedang mekar di halaman kecil di depan rumah kalian... dia yg akan menghidangkan makan malam sederhana, menemani dan menungguimu menghabiskan santap malam sambil mendengarkan kisah sibukmu seharian tadi... dia yg akan menjadi makmum dan yg mencium punggung tanganmu dalam 5 waktumu... dia yg  akan kau lihat terakhir kali sebelum kembali menikmati istirahat malammu... dia yg akan kau bangunkan disepertiga malam terakhir kalian... dia yg  selalu kau sebut dalam doa...

Sore ini

Seperti biasa,  hampir sore dan aku masih berkutat tak jelas dengan 'kertas2' juga program2 yang tak kunjung bersahabat itu. Seharusnya, disela-sela waktu seperti itu aku hanya perlu mengirimkan pesan singkat berisi 2 tanda baca, 'titik dua' dan 'buka kurung' saja padamu untuk sekedar memberitahukan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Tapi sepertinya hal itu akan menjadi sangat tidak lucu karena apa peduli mu padaku? Kau masih tak pernah terlihat. Padahal aku hanya butuh sedikit saja senyum dan kata 'semangat' darimu  untuk sedikit menyegarkan otak dan hatiku. Baiklah.... Aku kembali ke kertas2 ku sembari menunggu hujan sedikit reda. Dan hei!!! Aku sepertinya mencium wangimu dan yah, ada kamu!   *** Setelah itu aku segera berkemas, memasukkan semua barang2ku ke dalam tas. Seperti kehabisan 'mood', aku tiba2 malas dengan semua kertas2 ini. Tak usahlah menyapa atau berbasa-basi seperti yg kuharapkan, bahkan sekedar tersenyum pun tidak. Kau h...
Gambar
Mimpi ku akhir2 ini sangat tidak bisa ditolerir. Jika kemarin bermimpi bersepeda dari jalan SMA, melewati SD ku dulu dan sampai di rumah, lalu tadi malam bermimpi tanding basket di SMP ku  -_-" ruang kelas D'Blackit tercinta :) tempat pertama kali mengenal 'Budi' ini Budi , ini ibu Budi, ibu Budi pergi ke pasar :)
Dan rindu itu seperti luka yg semakin parah jika kau biarkan menganga.... dan mungkin saya benar2 harus pulang kali ini mungkin saya benar2 harus pulang.... yah, hanya itu yg saya butuhkan... *melihat-lihat kalender*

Hujan sore ini

Gambar
Aku berkemas, memasukkan buku2, alat tulis dan laptop ke dalam tas hitam lusuhku. Hujan, dan sudah lebih dari sore, seperti biasa. Ruang itu mungkin akan menjadi salah satu tempat kenangan berarti bagiku suatu saat nanti jika mengenangnya. Jika kamu ingin mencariku, datang saja sesukamu. Aku akan selalu ada, duduk 'manis' di salah satu pojok ruang itu sedari pagi hingga sore dengan kertas2 dan camilan yang berserakan di atas meja dan setia menghadap laptopku. Ah, tapi kamu tak akan pernah datang, sekedar lewat pun tidak.  Sudah hampir senja, dan kau tak kunjung terlihat. Ah sudahlah.... Ku kenakan mantel ku lalu ku tinggalkan sepiku bersama hujan sore hari ini di ruang itu.

Past

Salah satu dari sekian banyak hal yg menyenangkan hari ini adalah, masih diberi kesempatan berkumpul dengan teman-teman lama, lalu tanpa sengaja terpaksa untuk mengingat2 masa lalu kita yg ternyata 'lucu'. 3 - 4 tahun yang lalu, sepertinya belum terlalu lama, tapi ketika mengingatnya di masa2 sekarang, dmana org2 skitar kt sdh berganti dan umur pun tak bs disebut remaja lagi, bisa membuat kita tersenyum dan kadang menertawakan perilaku kita sendiri di masa lalu. Do you feel the same? Seperti yang sering saya katakan pada diri sendiri, bahwa masa lalu itu bukan untuk dilupakan. Ia harus tetap ada, menjadi kenangan dan pembelajaran bagi kita untuk menghadapi masa sekarang dan masa depan. Tiba2 jadi rindu dengan teman2 SD, SMP, SMA...dan akan selalu rindu semua tentang rumah. Seperinya perlu mempercepat pemenuhan janji2 di sini lalu segera kembali ke tanah kelahiran tercinta. Rekor terlama gak mudik2 selama hampir 4 tahun ini :-( Ayo ayo semangat Fa!!!!!!!!!!!!

Apa aja

Salah satu hal yg mungkin bisa sedikit menghibur disaat2 jenuh dan bosan seperti ini. Menulis, apa saja... Bahkan hanya sekedar menuangkan kata2 gak jelas seperti sekarang ini. 1 novel yg biasanya bisa ku lahap dalam 2 hari, kali ini sudah satu bulan mejeng di rak buku tanpa tersentuh. A Cup of Tea_Menggapai Mimpi yg seharusnya bisa ku habiskan dalam 1 hari pun masih belum selesai ku baca, dan Kiriman #DearMama7 yg nyampe' Jum'at kemaren baru sempat ku baca 2-3 surat. Bukan tak sempat, tapi rasanya sedikit bersalah jika aku sanggup menghabiskan 3 bacaan itu dalam waktu singkat sedangkan ' kertas-kertas ' ini belum beres juga ku baca dan ku pahami. Sementara itu bahan presentasi untuk Jum'at besok belum juga penuh ku kuasai.  Jam 9 pagi td berangkat ke kampus, dan baru balik lagi ke kontrakan jam 5 sore. Ngapain aja seharian? Males cerita ah. Makan siang pun dirapel jadi makan maghrib, hingga jam 11 mlam td kelaparan lg, terpaksa obrak-abrik kulkas, cari bumbu, biki...

Tentang Semangat dan Motivasi

Gambar
*Menghela nafas panjang* Biasanya apa yg kamu lakukan saat pikiranmu benar2 sedang kusut? Saat kamu sedang resah, saat kamu butuh seseorang di sampingmu untuk menenangkan dan menyemangatimu? Saya tiba2 ingat satu tahun yg lalu. Kamu tau apa? Tepat pada bulan ini, satu tahun yg lalu saat saya sedang benar2 butuh dukungan dan semangat darimu, kamu tiba2 pergi dan kabur begitu saja. Ah, sial! kenapa saya harus menyebut-nyebut kamu lagi. Tapi tenang saja, kali ini saya tidak butuh kamu. Benar2 sepeserpun tidak butuh kamu! Beberapa menit setelah saya menuliskan 7 baris dalam postingan ini, sebuah video call masuk, dari siapa lagi kalau bukan dari orang rumah? :) Yah, Bapak-Ibu mu seperti tahu kegundahanmu walaupun kamu tak pernah mengatakannya, bahkan ketika jarakmu beribu-ribu kilometer jauhnya, terpisah beratus-ratus kota, mereka bisa merasakannya. Dan untuk saya, cukup mengobrol singkat dengan Bapak, bercerita panen  rambutan atau duku yg hanya ada masing2 1 pohon di belakang ruma...

Masalah

Gambar
Itulah mengapa orang bilang, "Masalah itu ada untuk dihadapi, bukan dihindari" . Seperti maut dan kematian yg tak bisa kita hindari pun sudah berlari kemana-mana <Pemisalan e serem banget yah> Yah, masalah mendewasakan kita dengan caranya tersendiri. Masalah memberi kita ruang dan lebih banyak waktu untuk berfikir dengan banyak sudut pandang berbeda. Masalah mengajarkan kita bagaimana seharusnya menghadapi kehidupan yang sering tak ramah ini. Masalah membuat kita lebih menghargai keberadaan orang lain. Masalah akan selalu ada untuk kita selesaikan, bukan dihindari. Entah seberapa sering kita menjauh dari suatu masalah, pasti kita akan kembali ke titik dimana masalah itu berada, atau bahkan kita dihadapkan dengan masalah yang lain yg tak kalah memusingkan dibandingkan sebelumnya, lalu kita menjauh lagi, menemukan masalah baru lagi, lalu menjauh lagi, dan menemukan masalah baru lagi hingga terus berputar seperti itu sampai di titik yg mau tidak mau kita harus menghada...
Saya mungkin memang membutuhkan dia, seseorang yang tak pernah bisa membuat saya marah

Sahabat Cilik

Gambar
Akan selalu ada cara yang bisa membuatmu bahagia, dan itu sangat sederhana! Kemarin sore, dengan seorang teman, saya mengunjungi lokasi KKN saya di wilayah Ngemplak, Sleman. Perjalanan sekitar 30 menit dari kontrakan saya di wilayah Condong Catur. Kamu tahu? perjalanan kita menuju tempat yang pernah kita singgahi lama, akan selalu membawa suatu rasa tersendiri. Sederhananya, seperti Jalan Pulang. Kamu akan merasakan suatu kebahagiaan yang sangat ketika menyusuri jalan2 itu, seperti bernostalgia bahkan dengan pohon2 yang kau lewati. Melewati persawahan yg sejuk, mendung sore itu tidak mengurangi semangat ku untuk kembali ke tempat yang pernah aku diami selama kurang lebih 2 bulan bersama 9 orang teman baru dan keluarga baru (baca: kali ini,,27 ) Tujuan kami kali ini memang sengaja ingin kembali mengajar TPA di sebuah Musola di dusun Kejambon Kidul. Ada sekitar 20-an santriwan-santriwati di TPA ini, dan seperti kebanyakan anak kecil lainnya, mereka sangat 'aktif' dan 'kre...