Postingan

Menampilkan postingan dengan label Flash Fiction

Aku dan Ayah

"Punya 3 anak perempuan itu menyedihkan," ujar Ayah sore itu sambil tersenyum kepadaku. Aku mengernyitkan dahi, "Memangnya kenapa Ayah?" tanyaku heran. "Kalian semua akan pergi meninggalkan rumah dan tidak lagi menjadi 'gadis kecil' Ayah. Sebentar lagi mungkin kamu juga akan begitu kan? Menyusul kakak dan adikmu," lanjut Ayah. Lalu ayah sibuk dengan koran yang sedang dibacanya. Aku diam, urung mengatakan perihal tentang kamu yang hendak melamarku bulan depan. "Aku tidak akan menikah Ayah," ucapku sambil berlalu meninggalkan ayah di teras rumah sendirian.  Ayah melepaskan pandangan dari koran di hadapannya, melihatku yang masuk ke dalam rumah lalu tertawa sambil menggelengkan kepala. *** FlashFiction ke-2....Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudari, tapi tokoh Aku di sini bukan saya :)

Terlambat

Aku menyuguhkan kopi hangat itu lalu kembali duduk di sebelahmu. Sejenak memandangku, lalu katamu , "Kamu tidak berubah . Sama seperti rasa kopi buatanmu ini . Pahit dan manisnya selalu pas." Aku tersenyum,  "Kamu juga masih tetap cantik seperti dulu," lanjutmu Senyumku semakin melebar sambil menahan tawa. "Aku serius! Entah apa yang dulu aku fikirkan saat meninggalkanmu. Sejak saat itu, satu tahun hingga sekarang, tak seharipun kulewati tanpa menyesali keputusanku dan memikirkanmu. Maaf, aku sangat menyesal. Kamu wanita terbaik yang pernah kumiliki, dan aku ingin kita kembali seperti dulu," ujarmu serius sambil menatapku lekat. Aku diam, tak lagi berani tersenyum atau sekedar membalas perkataanmu. Lalu kuberikan selembar undangan untukmu. Kamu membacanya perlahan. Ya, undangan pernikahanku dengan seorang pria yang hadir setelah kepergianmu yang menyakitkan itu. Lalu, kamu tersenyum sakit,  akupun begitu. *** #Flash Fiction pertama, nggak tau nyam...